
Sumenep,News360.id– Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., turun langsung ke lahan persawahan dalam kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung Hibrida di Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Senin (13/04/2026) pagi.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Sumenep tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya menjaga ketahanan pangan di tengah potensi dampak fenomena El Nino.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong percepatan masa tanam guna mengantisipasi musim kering yang diprediksi terjadi akibat perubahan iklim.
Gerakan tanam tersebut melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah hingga para petani sebagai pelaku utama sektor pertanian di Kabupaten Sumenep.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid, S.E., M.Si., perwakilan Kodim 0827 Sumenep Pelda Miriyanto, Danyon TP Mayor Inf. Aditya Danang beserta anggota, Kapolsek Batang-Batang AKP Ratman Desianto, SH., MH., Camat Batang-Batang Mujib, S.Sos., M.Si., Kepala PUPT Jawa Timur Amrisal Ardiansyah, serta Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dr. Ida Widi Arsanti, S.Pmp., bersama para Korluh dan PPL se-Kabupaten Sumenep.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar penting ketahanan pangan nasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit padi dan jagung hibrida secara simbolis oleh Kapolres Sumenep bersama para pejabat yang hadir serta kelompok tani setempat.
Selain kegiatan tanam, momentum tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada lima anak yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar.
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan Korluh Kecamatan Batang-Batang Zasli Purwanto, disebutkan bahwa tahap pertama penanaman pada hari ini mencakup lahan seluas 53 hektare. Sementara untuk tahap berikutnya direncanakan penggarapan tambahan lahan seluas 1 hektare untuk padi dan 0,2 hektare untuk jagung.
Meski demikian, para kelompok tani (Gapoktan) masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya keterbatasan sumber air akibat pengeboran yang belum optimal serta adanya pencemaran yang memengaruhi kualitas air irigasi.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai upaya percepatan tanam demi menjaga stabilitas pangan daerah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan produktivitas pertanian meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep. Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi para petani,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat, pemerintah, serta masyarakat dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
